PCNU Kota Pekalongan Ziarah ke Makam Muassis NU

Jajaran PCNU Kota Pekalongan saat ziarah ke makam KH Abdullah Machrus di kompleks Masjid Al Fairus, pada Jumat (16//01/2026).

Rangkaian Peringatan Harlah ke-100 Tahun Miladiyah dan 103 Tahun Hijriyah NU PCNU KOTA PEKALONGAN

PEKALONGAN, nubatik.org – Menyongsong momentum bersejarah satu abad (100 tahun) Miladiyah dan 103 tahun Hijriyah Nahdlatul Ulama, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan menggelar kegiatan Ziarah Muassis (pendiri) NU di Kota Pekalongan pada Jumat (16/01/2026).

Kegiatan ini menjadi istimewa karena selain memperingati harlah, PCNU Kota Pekalongan juga tengah bersiap melaksanakan pelantikan pengurus masa khidmat 2025-2030. Ziarah ke makam Muassis NU kali ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, MWCNU, PRNU, lembaga, hingga Badan Otonom (Banom).

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, panitia menerapkan pola zonasi yang membagi peserta ke dalam tiga rombongan besar. Ketua Panitia Harlah, Abdul Adhim, menjelaskan bahwa inovasi ini terbukti lebih efektif dalam menjaga kekhidmatan dan kehadiran jemaah hingga titik akhir.

“Tahun lalu semua dalam satu rombongan besar, sehingga seringkali jemaah merosot di titik-titik akhir karena kelelahan. Tahun ini kita buat tiga zonasi, dan alhamdulillah sekitar 300 hingga 500 orang tetap istikamah mengikuti dari awal sampai akhir di titik kumpul terakhir, Masjid Al-Fairus,” ujar Abdul Adhim.

Rombongan pertama terdiri dari MWC Utara dan MWC Timur untuk ziarah muassis NU ke kompleks pemakaman Sapuro, tempat peristirahatan terakhir beberapa tokoh NU Kota Pekalongan, di antaranya: KH Abbas Madlany (Rais Syuriyah 1928-1962), KH Zein Ilyas (Rais Syuriyah 1962-1972), KH Muzajjad Masyhadi (Ketua PCNU 1972-1982), KH Subkhi Masyhadi (Rais Syuriyah 1997-2002), KH Ghufron Achid (Rais Syuriyah 1986-1997), KH Ahmad Qusyairi (Ketua PCNU 1986-1997), dan KH Ambari Ismail (Ketua PCNU 1928-1957).

Ziarah di Makam Muassis NU Kota Pekalongan di Sapuro.

Setelah itu, rombongan melanjutkan ziarah ke makam KH Ridlwan (Ketua PCNU 1957-1972) di Kebulen, disusul ke makam KH Nachrowi (Rais Syuriyah 1972-1986) di Landungsari.

Rombongan kedua dari MWC Barat, ziarah ke kompleks Pondok Pesantren Al Mubarok, Medono, untuk mendoakan KH Zakaria Ansor (Rais Syuriyah 2017-2020), lalu ziarah ke makam KH Romadlon Abdul Jalil (Rais Syuriyah 2020-2024) di dekat MTs Al Muttaqin, Medono. Dilanjutkan ziarah ke makam KH Syafi’i Abdul Majid, salah satu tokoh NU Pekalongan, yang dimakamkan di belakang Masjid Jami’ Asy Syafi’i Pringlangu.

Ziarah di Makam KH Zakaria Ansor, Medono.
Ziarah di Makam KH Syafii Abdul Madjid, Pringlangu.

Ziarah berikutnya adalah ke makam KH Akrom Chasani dan KH Mustofa Bakri (Rais Syuriyah 2002-2012) di samping Masjid Jami’ Al Husain-Jenggot.

Rombongan ketiga yaitu MWC Selatan mendatangi makam di Banyurip yaitu di makamnya KH Mudzakir Azhuri dan KH Amir Idris (menantunya Kyai Sholeh Darat) yang juga salah satu pendiri NU di Kota Pekalongan. Dilanjutkan dengan ziarah ke makam KH Akrom Sofwan di Pajomblangan.

Seluruh rombongan kemudian bertemu di titik akhir, yakni makam KH Abdullah Machrus di Masjid Al-Fairus. Beliau merupakan mantan Bendahara Umum PBNU tiga periode, sekaligus ayahanda dari Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Pekalongan terpilih, Dr. KH Moch Machrus Abdullah.

Ziarah Muassis merupakan rangkaian kelima dari total sepuluh agenda besar yang disiapkan panitia. Beberapa agenda strategis lainnya meliputi:

  • Seminar Nasional Ekonomi Keumatan (24 Januari): Menghadirkan Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria, Hanif Dhakiri (DPR RI), Bank Indonesia, dan BPKH untuk merumuskan kemandirian ekonomi NU di abad kedua.
  • Pelantikan Pengurus PCNU (24 Januari Malam): Akan dilantik langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, di Gedung Aswaja dengan melibatkan sekitar 200 personel pengurus baru.
  • Halaqah Perempuan (25 Januari): Menghadirkan Menteri PPPA RI sekaligus Ketua Umum PP Muslimat NU, Hj. Arifatul Choiri Fauzi, bersama Dr. Hj. Hindun Anisah.
  • Resepsi Harlah & Launching Koin NU (25 Januari Malam),
  • Jalan Sehat Harlah NU (31 Januari 2026).

“Kami berharap doa dan dukungan dari seluruh warga Nahdliyin agar seluruh rangkaian ini berjalan lancar. Semoga momentum satu abad ini membawa keberkahan dan semangat kemandirian bagi NU di Kota Pekalongan,” tutup Abdul Adhim.

Tinggalkan Balasan