PEKALONGAN, nubatik.org – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan masa khidmat 2025–2030 resmi dilantik di Gedung Aswaja, Kota Pekalongan, Sabtu (24/01/2026).
Prosesi pelantikan dipimpin Katib Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Muhammad Muzammil yang menerima mandat langsung dari Ketua Umum PBNU. Acara ini juga dihadiri Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), serta jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah.
Usai pelantikan pengurus cabang, dilakukan pula pelantikan terhadap 18 lembaga di bawah naungan PCNU Kota Pekalongan oleh Rais Syuriyah PCNU setempat KH Hasan Su’aidi. Kehadiran seluruh pengurus dan lembaga tersebut mencerminkan soliditas serta semangat kebersamaan NU di Kota Pekalongan.

Dalam arahannya, Gus Yahya menegaskan bahwa memasuki abad kedua Nahdlatul Ulama, tantangan yang dihadapi NU akan semakin kompleks dan penuh ketidakpastian, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Kondisi tersebut menuntut NU untuk terus memperkuat konsolidasi organisasi serta meningkatkan kapasitas peran di berbagai level.
“Di abad kedua ini adalah abad yang penuh ketidakmenentuan di semua tingkatan, bukan hanya domestik nasional tetapi juga internasional. Nahdlatul Ulama memiliki ukuran dan peran yang tidak hanya aktif di lingkungan lokal, tetapi juga di dunia internasional,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa tantangan tersebut tidak dapat dihadapi secara parsial, melainkan membutuhkan konsolidasi organisasi yang kuat dan berkelanjutan. Menurutnya, konsolidasi antarpengurus harus terus diperkuat dan disegarkan dari waktu ke waktu.
Gus Yahya juga menyoroti pentingnya transformasi sistem organisasi NU agar lebih adaptif terhadap perubahan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

“PBNU saat ini sedang menyiapkan agenda komprehensif terkait Artificial Intelligence, termasuk gerakan cakap ber-AI di kalangan guru madrasah. Dalam pengelolaan organisasi, kami juga menyiapkan platform digital yang terintegrasi dengan AI. Ini sesuatu yang tak terhindarkan dan harus kita hadapi,” jelasnya.

Ketua PCNU Kota Pekalongan Dr KH Moch Machrus Abdullah Lc MSi dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan tersebut, yang dinilainya sangat istimewa karena dilaksanakan langsung oleh jajaran PBNU dan disaksikan PWNU Jawa Tengah.
Ia menyampaikan bahwa meskipun pelantikan baru dilaksanakan kali, secara organisatoris PCNU Kota Pekalongan telah mulai bekerja sejak pelaksanaan Konferensi Cabang. Langkah awal yang dilakukan antara lain pembenahan tata kelola organisasi, penataan dan manajemen aset secara menyeluruh, serta perekrutan personel pengurus harian maupun lembaga.
Selain itu, ia menuturkan bahwa momentum peringatan satu abad NU telah menjadi modal penting bagi PCNU Kota Pekalongan. Sejumlah rangkaian kegiatan yang melibatkan seluruh elemen NU di Kota Pekalongan telah dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan warga nahdliyin.
Dalam waktu dekat, lanjutnya, PCNU Kota Pekalongan akan menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) untuk mematangkan 10 program prioritas yang telah direkomendasikan. Muskercab tersebut diharapkan menjadi forum konsolidasi sekaligus peneguhan kesiapan seluruh pengurus dan lembaga dalam berkhidmat.
Kiai Machrus menegaskan bahwa tantangan abad kedua NU menuntut kesiapan menghadapi transformasi peradaban, mulai dari bidang ekonomi, digital, pendidikan, hingga kesehatan. Oleh karena itu, PCNU Kota Pekalongan berkomitmen untuk bersikap adaptif, inovatif, serta membuka ruang sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Selain fokus pada penguatan internal organisasi, PCNU Kota Pekalongan juga menyatakan kepeduliannya terhadap persoalan daerah. Masalah banjir tahunan dan pengelolaan sampah menjadi perhatian serius PCNU sebagai bentuk tanggung jawab sosial organisasi.
“PCNU siap bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta seluruh stakeholder untuk ikut mencari solusi atas persoalan banjir dan sampah yang menjadi problem bersama,” tegasnya.
Pelantikan ini menjadi momentum bagi PCNU Kota Pekalongan untuk meneguhkan peran keummatan dan kebangsaan NU agar semakin adaptif dan inovatif dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Susunan PCNU Kota Pekalongan Masa Khidmat 2025–2030
Pelantikan PCNU Kota Pekalongan ini menindaklanjuti Surat Keputusan (SK) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor 4672/PB.01/A.II.45/99/10/2025 tentang Pengesahan PCNU Kota Pekalongan Masa Khidmat 2025–2030. Kepengurusan tersebut merupakan hasil Konferensi Cabang (Konfercab) XIX yang digelar pada Juli 2025.
Dalam SK PBNU tersebut, secara resmi dikukuhkan Dr KH Hasan Su’aidi MSi sebagai Rais Syuriyah dan Dr KH Moch Machrus Abdullah Lc MSi sebagai Ketua Tanfidziyah. Adapun Sekretaris dijabat Abdul Adhim MPd dan Bendahara dijabat Drs H Abdul Kholiq.
