Headlines

LTM NU PCNU Kota Pekalongan Dorong Pemberdayaan Masjid untuk Atasi Persoalan Sampah

Spread the love

PEKALONGAN, nubatik.org – Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU) PCNU Kota Pekalongan menggelar sosialisasi program pemberdayaan masjid dalam pengelolaan sampah sebagai upaya mendorong peran aktif masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Pekalongan.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu malam (11/07/2026) di Aula Lantai 2 Gedung Aswaja tersebut diikuti para takmir masjid dan pengurus keagamaan di lingkungan PCNU Kota Pekalongan.

Ketua panitia menjelaskan, persoalan sampah saat ini menjadi salah satu tantangan serius yang dihadapi masyarakat Kota Pekalongan. Karena itu, penyelesaiannya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk masjid sebagai pusat kegiatan umat.

Dalam kegiatan tersebut, LTM NU menghadirkan dosen UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan, M. Al Ghifari, M.Hum., sebagai narasumber. Ia menyampaikan bahwa sampah sejatinya memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memandang sampah sebagai barang tidak berguna, padahal di baliknya terdapat potensi besar yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Di dalam sampah sebenarnya terdapat ‘harta karun’ yang masih terpendam. Banyak berkah yang bisa diperoleh jika masyarakat mau mengelolanya dengan serius,” ujarnya.

Salah satu program yang dinilai paling mudah diterapkan di lingkungan masjid adalah pembentukan bank sampah. Melalui program tersebut, jamaah dapat mengumpulkan sampah yang memiliki nilai jual untuk kemudian ditimbang dan dicatat secara digital.

M. Al Ghifari menjelaskan, UIN Gus Dur Pekalongan telah memiliki aplikasi yang dapat digunakan untuk menghitung berat sampah sekaligus nilai ekonominya.

Hasil dari pengelolaan bank sampah tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program kemaslahatan masjid, termasuk membantu pembiayaan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi para takmir.

Selain melalui bank sampah, ia juga memaparkan berbagai bentuk pengolahan sampah yang memiliki nilai tambah, seperti produksi pupuk organik, paving block, hingga pengolahan menjadi bahan bakar minyak melalui teknologi yang sesuai.

LTM NU PCNU Kota Pekalongan berharap gerakan pemberdayaan masjid dalam pengelolaan sampah dapat menjadi langkah nyata membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.

Masjid dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat pembinaan umat sehingga mampu menjadi teladan dalam menciptakan budaya peduli lingkungan.

Apabila gerakan ini berhasil diterapkan di masjid-masjid, diharapkan akan diikuti oleh mushala maupun masyarakat luas, sehingga upaya penanganan sampah dapat tumbuh menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.

Melalui sosialisasi ini, LTM NU PCNU Kota Pekalongan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan umat. (ltm nu)

Tinggalkan Balasan