Apel Harlah NU Tahun 2026, PCNU Kota Pekalongan Tekankan Nasionalisme dan Dakwah Berbasis Ilmu

Apel Harlah NU PCNU Kota Pekalongan 2026 PCNU Kota Pekalongan menggelar Apel Harlah NU tahun 2026 di halaman Gedung Aswaja, Kota Pekalongan, Senin (05/01/2026).

PEKALONGAN, nubatik.org – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan menggelar Apel Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) dalam rangka peringatan Harlah ke-100 Tahun Masehi dan 103 Tahun Hijriyah NU, di halaman Gedung Aswaja PCNU Kota Pekalongan, Jalan Sriwijaya No. 2, Senin pagi (05/01/2026).

Apel Harlah NU ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU, MWC NU, PRNU, berbagai lembaga, badan otonom (Banom), serta para guru dan siswa SD Islam Nusantara Kota Pekalongan. Ketua PCNU Kota Pekalongan, Dr. K.H. Moch. Machrus Abdullah, Lc., M.Si., bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara.

Dalam amanatnya, K.H. Machrus Abdullah menekankan bahwa eksistensi NU selama satu abad tidak lepas dari komitmen memikul tanggung jawab ganda, yakni tanggung jawab keagamaan (mas’uliyyah diniyyah) dan tanggung jawab kebangsaan (mas’uliyyah wathaniyyah).

“Nasionalis-religius adalah jangkar untuk mengatasi berbagai potensi disintegrasi. Bagi NU, nasionalisme bukan ideologi yang mengganti kesetiaan kepada agama, melainkan bagian dari kesetiaan kepada agama itu sendiri. Inilah makna Hubbul Wathan Minal Iman,” tegas Kiai Machrus.

Beliau juga mengingatkan warga Nahdliyin untuk bijak dalam bermedia sosial di tengah derasnya arus hoaks dan fitnah. “Saring sebelum sharing. Postingan harus didasarkan pada ilmu dan kemanfaatan, bukan sekadar ‘yang penting posting’,” imbuhnya.

Menghadapi abad kedua, PCNU Kota Pekalongan mendorong penguatan tafaqquh fiddin (pendalaman ilmu agama) yang berorientasi pada peradaban. Kiai Machrus menjelaskan bahwa Islam di masa keemasan adalah mercusuar ilmu pengetahuan, mulai dari kedokteran hingga astronomi.

“Islam adalah agama dan peradaban, bukan sekadar hukum dan aturan. Kita ingin dakwah NU ke depan tidak berhenti pada jargon atau fatwa hitam-putih, tapi menyumbang pada kemanusiaan dan kemajuan teknologi,” paparnya.

Ditemui usai apel, Dr. K.H. Moch. Machrus Abdullah menjelaskan bahwa apel ini merupakan puncak rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak 1 Januari 2026 melalui gerakan pemasangan bendera NU serentak se-Kota Pekalongan, Istighosah, hingga seminar pemikiran Gus Dur.

Sebagai wujud nyata dari nilai kemanusiaan, PCNU Kota Pekalongan juga menunjukkan kepedulian terhadap bencana alam yang melanda wilayah Sumatra dan Aceh.

“Melalui Lazisnu, kami telah menghimpun dan menyerahkan bantuan senilai Rp50 juta yang disalurkan melalui Lazisnu Jawa Tengah. Ini adalah hasil sumbangan dari warga NU, sekolah-sekolah di bawah LP Ma’arif, MWC, hingga badan otonom di Kota Pekalongan,” ungkapnya.

Menutup keterangannya, Kiai Machrus mengajak seluruh kader untuk meningkatkan keikhlasan dalam berkhidmat. “Memasuki abad kedua ini, tantangan kita lebih besar. Ini adalah momentum kita untuk ‘naik kelas’ menjadi organisasi yang lebih solid dan lebih baik dalam melayani umat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan