PEKALONGAN, nubatik.org – Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus Wakil Ketua Umum PBNU, H. Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), memberikan apresiasi tinggi terhadap gerak cepat NU Peduli PCNU Kota Pekalongan dalam menangani warga terdampak banjir.
Apresiasi tersebut disampaikan Gus Yasin saat meninjau langsung Dapur Umum NU Peduli yang berlokasi di Gedung Aswaja Kota Pekalongan, Senin (19/01/2026).

Dalam kunjungan itu, Gus Yasin yang didampingi Wali Kota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid, memantau aktivitas para relawan yang tengah menyiapkan ribuan paket makanan untuk warga terdampak.
Gus Yasin menekankan pentingnya koordinasi dan sinkronisasi dengan pemerintah daerah atau instansi terkait agar penyaluran bantuan berjalan efektif, tepat sasaran, dan tidak terjadi penumpukan di satu titik.
“Alhamdulillah, relawan NU di Kota Pekalongan sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, sehingga pendistribusian logistik makanan tidak double-double. Ini yang paling utama. Mereka juga memiliki relawan yang mampu menjangkau wilayah-wilayah sulit,” ujar Gus Yasin di sela-sela peninjauan.
Sementara itu, Ketua PCNU Kota Pekalongan, Dr. KH. Moch. Machrus Abdullah, Lc., M.Si, menjelaskan bahwa strategi distribusi NU Peduli difokuskan pada sistem door to door. Pola ini diterapkan untuk menjangkau warga yang memilih bertahan di rumah dan belum terakomodasi bantuan pemerintah.
“Berbeda dengan dapur umum milik pemkot, kami menerapkan pola jemput bola langsung ke permukiman. Kami ingin memastikan warga yang tetap berada di rumah tetap mendapatkan bantuan makanan,” jelas Kiai Machrus.
Sejak mulai beroperasi pada Sabtu malam (17/01/2026), volume bantuan terus meningkat seiring meluasnya dampak banjir di Kota Pekalongan.

Pada hari pertama, NU Peduli mendistribusikan 500 paket nasi bungkus. Jumlah tersebut meningkat menjadi 2.000 paket pada Ahad (18/01/2026), dan kembali bertambah menjadi 3.500 paket nasi bungkus pada Senin (19/01/2026).
Menurut Kiai Machrus, kekuatan distribusi NU Peduli bertumpu pada jaringan struktural NU yang solid, mulai dari tingkat Cabang, MWC, hingga Ranting. Seluruh lembaga dan badan otonom (banom) NU, dilibatkan secara penuh dalam pengelolaan dapur umum yang terpusat di Gedung Aswaja.
Sebelumnya, NU Peduli juga telah menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk penanganan bencana di wilayah Sumatra dan Aceh. Untuk penanganan banjir di Kota Pekalongan, operasi kemanusiaan ini dipastikan akan terus berjalan hingga kondisi benar-benar dinyatakan stabil.
“Operasi kemanusiaan ini akan terus berlangsung sampai bencana benar-benar selesai dan masyarakat bisa kembali beraktivitas normal. Tentunya harapannya, bencana ini segera berakhir,” pungkas Kiai Machrus.
