Matangkan Sistem Kerja, NU Peduli Zona Pekalongan Raya Perkuat Koordinasi dan Mitigasi Bencana

Spread the love

SLAWI, nubatik.org – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah terus memperkokoh barisan kemanusiaan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) NU Peduli Kemanusiaan Zona Pekalongan Raya.

Acara yang berlangsung di Lasnur Convention Hall, Slawi, Kabupaten Tegal, pada Ahad–Senin (15–16/02/2026) ini bertujuan mematangkan sistem kerja dan mitigasi bencana yang lebih terintegrasi.

Acara ini mempertemukan unsur strategis NU dari berbagai tingkatan, mulai dari jajaran Tanfidziyah PCNU se-Pekalongan Raya, LPBINU, LAZISNU, LP Ma’arif NU, hingga badan otonom lainnya. Semua peserta didorong untuk menyatukan visi dan sistem kerja dalam menghadapi tantangan bencana yang kian kompleks.

Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), dalam arahannya menekankan bahwa bencana telah menjadi “tamu rutin” setiap tahun yang menuntut kesiapsiagaan penuh. Beliau menginstruksikan setiap cabang untuk segera membentuk dan mengesahkan SK Tim NU Peduli.

“Hilangkan sekat-sekat ego sektoral. Tidak boleh ada yang membawa bendera sendiri-sendiri atau ingin tampil paling depan secara terpisah. Yang ada hanyalah pembagian tugas dalam khidmat kolektif satu wadah: NU Peduli,” tegas Gus Rozin.

Beliau menambahkan bahwa tujuan utama dari gerakan ini adalah Hifdzun Nafs atau menjaga jiwa manusia. Untuk itu, tim diperintahkan tetap siaga sepanjang tahun dan rutin melakukan simulasi bencana agar tidak gagap saat terjadi keadaan darurat.

Penyusunan SOP dan Peta Rawan Bencana

Senada dengan Gus Rozin, Ketua LPBI PWNU Jateng, M. Puji Wibowo, menyoroti pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baku. Beliau mengajak seluruh pihak untuk melakukan pemetaan kerawanan bencana mulai dari tahap pencegahan hingga rehabilitasi pascabencana.

Sementara itu, Ketua LAZISNU PWNU Jawa Tengah, M. Mahsun, mengusulkan penguatan sistem clustering atau zonasi. Menurutnya, peta bencana yang mencakup bencana alam, non-alam (wabah), hingga kemanusiaan sangat krusial agar koordinasi di wilayah luas seperti Jawa Tengah menjadi lebih efektif dan terarah.

PCNU Kota Pekalongan mengirimkan delegasi penuh yang dipimpin oleh jajaran Wakil Ketua Tanfidziyah bidang kebencanaan. Mereka di antaranya Kyai M. Nur Sholeh dan Kyai M. Sidiq Murtadho (wakil ketua dan wakil sekretaris Tanfidziyah), lalu H. M. Isroi, S.Ag, M.M dan Khoirurrusman Setiawan, S.E (Ketua dan Sekretaris LAZISNU), Ali Imron, S.IP dan Abdul Aziz (Ketua dan Sekreraris LPBINU), serta M. Subhan, S. Kom dan M. Wieda Muqoffa, S.Kom (Ketua dan Sekretaris LP Ma’arif).

Kehadiran delegasi lengkap ini merupakan bentuk komitmen PCNU Kota Pekalongan dalam menjalankan instruksi PWNU Jateng untuk meningkatkan kesiapsiagaan, sinergitas, kerja sama, dan memastikan NU Peduli selalu hadir sebagai garda terdepan pengabdian kemanusiaan di bawah satu komando.

Dengan semangat satu komando ini, diharapkan NU Peduli tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga mampu mengedukasi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan media sosial untuk transparansi dan efektivitas bantuan.

Tinggalkan Balasan