PEKALONGAN, nubatik.org – Suasana khidmat menyelimuti Gedung Aswaja Kota Pekalongan pada Kamis (02/04/2026). Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan menggelar acara Halalbihalal bersama seluruh jajaran Lembaga, Badan Otonom (Banom), Majelis Wakil Cabang (MWC), hingga Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kota Pekalongan.
Acara ini bukan sekadar ajang silaturahmi biasa, melainkan menjadi momentum penting untuk menyatukan pemahaman terkait kondisi geopolitik dan ekonomi terkini yang berdampak pada warga Nahdliyin.
Momen Halalbihalal dalam rangkaian momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kali ini terasa sangat spesial dengan kehadiran para Mustasyar PCNU Kota Pekalongan yang memberikan restu serta arahan langsung.
Di antara para Mustasyar yang rawuh adalah KH. Zaenuri Zaenal Mustofa, KH. Amin Ghozali, KH. Abu al Mafachir, dan KH. Abdul Muchit Mudzakir.

Rais Syuriyah PCNU Kota Pekalongan, Dr. KH. Hasan Su’aidi, M.Si. mengungkapkan rasa bahagianya atas kehadiran para Mustasyar.
BACA JUGA : Jaga Tradisi dan Perkuat Sanad Perjuangan, PCNU Kota Pekalongan Silaturahmi ke Mustasyar
Menurut Beliau, mendengarkan dawuh (arahan) langsung dari para sesepuh merupakan hal yang sangat berharga untuk menjaga arah perjuangan organisasi.
“Halalbihalal kali ini menghadirkan para Mustasyar di depan para pengurus. Mendengarkan dawuh-dawuh Mustasyar merupakan hal yang baru dan spesial, sehingga menjadi momentum baik untuk sinergitas PCNU Kota Pekalongan,” ungkapnya.

Pesan Ketakwaan dan Kewaspadaan
Dalam kesempatan tersebut, para Mustasyar menekankan pentingnya menjaga semangat ketakwaan pasca-Ramadan dan Idul Fitri.
Mereka mengajak para pengurus untuk memaksimalkan peran pengabdian di Jam’iyyah Nahdlatul Ulama sebagai bentuk jihad dalam menebar kebaikan.
Selain pesan spiritual, forum ini juga membahas isu krusial hasil koordinasi dengan PBNU, di antaranya terkait kondisi global. Adanya eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak pada ketidakpastian ekonomi.
Kondisi geopolitik global saat ini tentunya akan membawa dampak bagi Indonesia, takterkecuali warga NU. Maka dari itu, PBNU memberikan imbauan bagi warga NU untuk waspada terhadap potensi kenaikan harga BBM dan kelangkaan gas LPG dalam waktu dekat.
Untuk itu, PBNU melalui Lakpesdam menyarankan warga untuk mulai beradaptasi, seperti penggunaan kompor listrik atau kembali ke energi alternatif jika diperlukan.

Sinergi Menuju Masa Depan
Acara yang berlangsung hangat ini ditutup dengan Ikrar Halalbihalal yang dipimpin oleh Sekretaris PCNU Kota Pekalongan dan dilanjutkan dengan mushafahah (bersalam-salaman).
Dengan semangat baru dan arahan dari para Mustasyar, PCNU Kota Pekalongan berkomitmen untuk terus meningkatkan sinergitas antar-lembaga demi melayani umat dan menjaga keutuhan bangsa di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
