PEKALONGAN, nubatik.org – Menyongsong khidmat satu periode ke depan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan dijadwalkan akan menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) pada Sabtu (14/03/2026).
Forum ini menjadi agenda krusial untuk mematangkan langkah strategis organisasi pasca pelantikan pengurus masa khidmat 2025–2030 pada bulan lalu.
Sekretaris PCNU Kota Pekalongan, Abdul Adhim, menyampaikan bahwa Muskercab merupakan forum tertinggi kedua setelah Konferensi Cabang (Konfercab). Agenda utama dalam pertemuan ini adalah penyampaian roadmap besar PCNU Kota Pekalongan yang nantinya akan diturunkan menjadi program kerja spesifik di 18 lembaga NU.
“Program-program kerja dari seluruh lembaga ini memiliki satu tujuan utama, yaitu Riayatul Ummah (pelayanan umat). Kami ingin memastikan kehadiran NU benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Abdul Adhim, Selasa (10/03/2026).
Konsolidasi di Bulan Suci
Pelaksanaan Muskercab tahun ini bertepatan dengan suasana bulan suci Ramadan. Rangkaian acara dirancang sedemikian rupa, dimulai pukul 15.00 WIB untuk sidang-sidang komisi dan pleno, dilanjutkan dengan buka puasa bersama, hingga puncaknya setelah salat Tarawih.
Selain agenda formal organisasi, Muskercab ini juga didesain sebagai sarana apresiasi dan konsolidasi. PCNU mengundang seluruh jajaran dari tingkat Majelis Wakil Cabang (MWC), Ranting (PRNU), hingga Badan Otonom (Banom) se-Kota Pekalongan.
“Kami memiliki tradisi memberikan apresiasi kepada pengurus dari tingkat cabang sampai ranting. Forum ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan ucapan terima kasih atas khidmat mereka selama ini kepada Jam’iyyah dan masyarakat,” tambahnya.
Menjaga Kondusivitas
Lebih lanjut, Adhim menekankan bahwa momen Muskercab menjelang Idul Fitri ini juga dimanfaatkan untuk konsolidasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Pekalongan. Mengingat adanya dampak psikologis maupun ekonomi dari konflik di Timur Tengah yang masih terjadi, PCNU merasa perlu mengambil peran untuk meredam potensi keresahan.
“Menjelang Idul Fitri, kami ingin mengonsolidasi barisan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga. PCNU berkomitmen senantiasa hadir menciptakan suasana yang sejuk bagi seluruh masyarakat, khususnya warga NU di Kota Pekalongan,” tegasnya.
Acara puncak yang menghadirkan seluruh pengurus struktural hingga tingkat terbawah rencananya akan dilangsungkan setelah salat Tarawih, yang akan diisi dengan sambutan-sambutan penguatan organisasi sebelum penutupan rangkaian Muskercab.
Menjaga Kedamaian dan Ketertiban
Adhim menambahkan, di tengah dinamika global, termasuk dampak konflik Timur Tengah, PCNU Kota Pekalongan berkomitmen untuk terus menjaga kondusivitas wilayah.
Melalui momentum Muskercab menjelang Idulfitri ini, para pengurus diharapkan mampu menjadi peredam (stabilisator) di tengah masyarakat demi terwujudnya keamanan dan kenyamanan bersama.
