PEKALONGAN, nubatik.org – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan bersama lembaga melaksanakan agenda silaturahmi ke para Mustasyar pada Kamis (26/03/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga 17.30 WIB ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan. Bukan sekadar seremoni lebaran, melainkan upaya menjemput keberkahan dan nasihat dari para sesepuh demi kemajuan jam’iyyah ke depan.
Silaturahmi dilakukan secara maraton ke sejumlah Mustasyar sesuai urutan kunjungan, dipimpin Rais Syuriyah Dr. KH. Hasan Suaidi, M.Si. dan Ketua Tanfidziyah Dr. KH. Moch Machrus Abdullah, Lc., M.Si. Di antaranya kepada KH. M. Zainuri Zainal Musthofa di Medono, KH. Machmud Masjkur di Kauman, KH. Abu Al Mafachir di Sampangan, KH. Habib Dardanyla Shahab di Kraton, KH. A. Rofiq di Setono, serta KH. Amin Ghozali di Krapyak.

Dalam kunjungan tersebut, para Mustasyar menyampaikan beragam pesan, masukan, dan harapan bagi kemajuan PCNU Kota Pekalongan. KH. Machmud Masjkur, misalnya, menyerahkan hasil tulisan beliau tentang perkembangan Nahdlatul Ulama di Kota Pekalongan sekaligus berbagi kisah perjuangannya semasa aktif di IPNU.

Sementara itu, KH. Abu Al Mafachir menekankan pentingnya pelaksanaan manaqib secara rutin. Ia juga mendorong adanya forum pertemuan antara Mustasyar dan jajaran pengurus PCNU untuk berbagi pengalaman perjuangan, termasuk kisah pembangunan Gedung Aswaja dan BMT SMNU yang dimulai dari modal nol rupiah.
Dalam kesempatan lain, KH. Amin Ghozali berpesan agar seluruh pengurus PCNU senantiasa istiqomah dalam berkhidmat di Nahdlatul Ulama, apapun situasi dan kondisi yang dihadapi.

Sekretaris PCNU Kota Pekalongan, Abdul Azim, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan silaturahmi ini merupakan bagian dari upaya menjaga tradisi dan memperkuat hubungan antara pengurus dengan para Mustasyar sebagai penasihat organisasi.
“Jumlah Mustasyar ada sepuluh, namun pada kesempatan ini kami baru dapat bersilaturahmi kepada tujuh Mustasyar. Dari pertemuan tersebut, kami mendapatkan banyak pesan luar biasa yang harus dijaga dan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Ia menambahkan, momentum Idulfitri menjadi waktu yang tepat untuk melestarikan tradisi silaturahmi, minimal dilakukan setiap bulan Syawal. Berbagai masukan yang diterima, lanjutnya, menjadi dorongan agar PCNU Kota Pekalongan terus berkembang dan mampu menjaga warisan perjuangan para pendahulu.
Salah satu pesan yang mengemuka adalah harapan agar PCNU dapat membeli lahan di sisi utara Gedung Aswaja. Menurut Abdul Azim, hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi pengurus saat ini, mengingat keberhasilan para pendahulu yang mampu membangun aset organisasi dari keterbatasan.
“Ini menjadi pemantik semangat bagi kami untuk melanjutkan perjuangan tersebut,” tambahnya.
Dari rangkaian silaturahmi ini, juga muncul inisiatif untuk menggelar pertemuan antara Mustasyar dan pengurus harian PCNU dalam balutan kegiatan halalbihalal. Gagasan tersebut disampaikan oleh Rais Syuriyah PCNU Kota Pekalongan, Dr. KH. Hasan Suaidi, M.Si., bersama Ketua Tanfidziyah, Dr. KH. Moch. Machrus Abdullah, Lc., M.Si.
Rencananya, kegiatan tersebut akan dikemas dalam bentuk open house PCNU dengan menghadirkan seluruh jajaran pengurus, lembaga, serta para Mustasyar. Forum ini diharapkan menjadi ruang untuk mendengarkan langsung dawuh dan nasihat para kiai, sekaligus merumuskan langkah strategis organisasi ke depan.
Melalui silaturahmi ini, PCNU Kota Pekalongan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga tradisi, memperkuat ukhuwah, serta melanjutkan estafet perjuangan Nahdlatul Ulama demi kemaslahatan umat.
