PEKALONGAN, nubatik.org – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan masa khidmat 2025–2030 menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) di Gedung Aswaja pada Sabtu (14/03/2026).
Muskercab ini menjadi bagian dari implementasi amanat organisasi sekaligus wujud semangat berkhidmah untuk Nahdliyin. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari Konferensi Cabang (Konfercab) XXIX PCNU Kota Pekalongan yang sebelumnya telah dilaksanakan.
Kegiatan Muskercab PCNU Kota Pekalongan ini diikuti oleh jajaran Pengurus Cabang, serta ketua dan sekretaris dari seluruh lembaga di bawah PCNU Kota Pekalongan yang berjumlah 18 lembaga. Turut hadir pula para pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU), hingga Badan Otonom (Banom) sebagai undangan.
Dalam Muskercab tersebut, dibahas berbagai program kerja organisasi, utamanya 10 program prioritas PCNU Kota Pekalongan yang akan dijalankan selama masa kepengurusan lima tahun ke depan. Selain itu, masing-masing lembaga juga memaparkan dan membahas program-program yang akan dilaksanakan.

Pelaksanaan Muskercab diawali dengan sidang pleno yang kemudian dilanjutkan dengan pembahasan dalam tiga komisi, yakni Komisi Organisasi, Komisi Rekomendasi, dan Komisi Program.
Komisi Organisasi memutuskan tiga peraturan penting, yaitu tentang Kepengurusan di Lingkungan PCNU Kota Pekalongan, Tata Kelola Organisasi PCNU Kota Pekalongan, serta Kaderisasi di Lingkungan PCNU Kota Pekalongan.
Sementara itu, Komisi Rekomendasi menghasilkan sejumlah rekomendasi yang ditujukan baik untuk kepentingan internal organisasi maupun eksternal.
Adapun Komisi Program membahas berbagai rencana program di bawah tema besar “Memuliakan Umat, Membangun Peradaban.”

Ketua PCNU Kota Pekalongan, Dr. KH. Moch. Machrus Abdullah, Lc., M.Si, menyampaikan bahwa pada abad kedua Nahdlatul Ulama, makna Ri’ayatul Ummah perlu diperluas menjadi gerakan transformasi yang lebih nyata di tengah masyarakat.
“Jika pada abad pertama NU sukses dalam penguatan fondasi organisasi dan identitas keagamaan, maka pada abad kedua ini makna Ri’ayatul Ummah diperluas menjadi gerakan transformasi yang lebih teknis, yaitu bagaimana NU mampu menjawab berbagai persoalan dan tantangan sosial di masyarakat,” terangnya.
Kiai Machrus juga memaparkan bahwa terdapat 10 program prioritas yang akan diupayakan PCNU Kota Pekalongan untuk direalisasikan hingga tahun 2030.
Kesepuluh program prioritas tersebut meliputi:
- Reformasi birokrasi dan tata kelola jam’iyyah berbasis digital
- Penguatan pemahaman Ke-Aswaja-an, Ke-NU-an, dan Ke-bangsa-an serta inovasi dakwah
- Penguatan kajian dan kaderisasi
- Penataan serta peningkatan kualitas dan layanan pendidikan
- Pelayanan sosial dan advokasi masyarakat di Kota Pekalongan
- Tata kelola kelembagaan dan administrasi berbasis digital
- Membangun kemandirian ekonomi perkumpulan
- Penataan infrastruktur dan pengelolaan aset perkumpulan
- Mendirikan Ma’had Aly
- Mendirikan Klinik NU Pratama
Melalui Muskercab ini, diharapkan seluruh program yang telah dirumuskan dapat menjadi panduan kerja PCNU Kota Pekalongan dalam menguatkan peran organisasi, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi umat dan masyarakat luas.
