23 Tahun Berjalan, Gema Muharram Jadi Tradisi Religius Santri dan Guru TPQ Kota Pekalongan Sambut Tahun Baru Hijriah

Spread the love

PEKALONGAN, nubatik.org – Ribuan santri dan guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) se-Kota Pekalongan memadati kawasan Alun-Alun Kota Pekalongan dalam kegiatan Gema Muharram 1448 Hijriah, Selasa (16/06/2026) pagi.

Kegiatan yang digelar oleh Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (Badko LPQ) Kota Pekalongan ini menjadi salah satu agenda tahunan untuk menyemarakkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H.

Kegiatan dengan tema “Memupuk dan Menjalin Ukhuwah Islamiyah melalui Pendekatan Al Qur’anul Karim” tersebut mendapat dukungan penuh dari Yayasan Masjid Agung Al Jami’ (Yasmaja) Kota Pekalongan, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan, serta Pemerintah Kota Pekalongan.

Rangkaian acara dipusatkan di Masjid Agung Al Jami’ Kota Pekalongan dan diawali dengan Khataman Akbar, dilanjutkan mujahadah, doa awal tahun, serta ditutup dengan Pawai Ta’aruf yang berlangsung meriah.

Ketua Panitia Gema Muharram 1448 H, RM Firdaus, mengatakan kegiatan tersebut telah menjadi tradisi tahunan yang terus berlangsung sejak tahun 2003.

“Alhamdulillah kegiatan ini sudah berjalan sejak tahun 2003. Berarti sampai tahun 2026 ini kurang lebih sudah 23 tahun. Ini menjadi sebuah kenikmatan bagi masyarakat Kota Pekalongan, khususnya keluarga besar TPQ,” ujarnya.

Menurut Firdaus, khataman Al-Qur’an dilaksanakan di masing-masing TPQ sebelum para peserta berkumpul mengikuti rangkaian kegiatan bersama di Masjid Agung Al Jami’.
Ia memperkirakan sedikitnya terdapat sekitar 100 kali khataman Al-Qur’an yang dilaksanakan oleh TPQ di seluruh Kota Pekalongan.

“Kalau satu TPQ minimal satu khataman, sudah sekitar 100 khataman. Ada yang melaksanakan lebih dari satu khataman. Ini menjadi keberkahan tersendiri bagi TPQ dan masyarakat Kota Pekalongan,” katanya.

Beliau menyebut jumlah peserta yang terlibat mencapai lebih dari 10 ribu orang. Terdiri atas sekitar 9.600 santri dan lebih dari 1.100 guru TPQ, belum termasuk wali santri serta masyarakat yang turut memeriahkan kegiatan.
Untuk Pawai Ta’aruf sendiri, diikuti sekitar 100 TPQ dari berbagai wilayah di Kota Pekalongan.

Peserta memulai perjalanan dari depan Masjid Agung Al Jami’ di Jalan KH Wahid Hasyim, kemudian melintasi Jalan Hasanudin, Jalan Sultan Agung, Jalan Semarang, Jalan KH Agus Salim, Jalan Dr Cipto, dan kembali finis di kawasan Alun-Alun Kota Pekalongan.

Berbagai penampilan kreatif turut memeriahkan pawai, mulai dari atraksi para santri hingga penampilan marching band dari sejumlah sekolah dan lembaga pendidikan.

“Antusiasme masyarakat luar biasa. Meskipun cuaca cukup panas, wali murid dan masyarakat Kota Pekalongan tetap semangat mengikuti dan menyaksikan kegiatan ini. Ini sudah menjadi kegiatan rutin sekaligus hiburan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan, Dr. H. Abdul Wahab, S.Ag., M.Si., mengapresiasi penyelenggaraan Gema Muharram yang dinilai mampu memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas TPQ Kota Pekalongan ini. Dengan kegiatan seperti ini, syiar Islam semakin terlihat. Rangkaian acaranya juga sangat baik, mulai dari khataman akbar, mujahadah hingga pawai ta’aruf,” tuturnya.

Menurut Abdul Wahab, kehadiran Kementerian Agama dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi lembaganya dalam bidang keagamaan.

“Kami hadir bersama masyarakat sebagai wujud nyata bahwa Kementerian Agama mendukung dan menggaungkan semangat Muharram di Kota Pekalongan,” katanya.

Ketua Badko LPQ Kota Pekalongan, Kiai Faqihuddin Ufar, menambahkan bahwa kegiatan Gema Muharram memiliki makna mendalam sebagai momentum menutup tahun dengan amal kebaikan dan mengawali tahun baru dengan ibadah.

Ia menjelaskan, tradisi tersebut pertama kali digagas pada tahun 2003 oleh almarhum K.H. Chumaidi ZM yang saat itu menjabat Ketua Badko TPQ Kota Pekalongan.

“Pada prinsipnya, kita mengakhiri tahun dengan melakukan kebaikan melalui khataman Al-Qur’an, dan mengawali tahun baru juga dengan hal yang baik, yaitu khataman Al-Qur’an dan doa bersama,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Faqihuddin berharap para guru TPQ terus istiqamah dalam mendidik generasi muda agar tumbuh menjadi generasi yang mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.

“Kami berpesan kepada seluruh guru TPQ se-Kota Pekalongan untuk selalu istiqamah mengayomi dan mendidik anak-anak kita. Dengan begitu, kita bersama-sama menyiapkan generasi Al-Qur’an untuk masa depan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan