Headlines

MWCNU Pekalongan Barat Beli Lahan Baru, Perluas Kantor Sekretariat untuk Parkir dan Akses Lantai Dua

Spread the love

PEKALONGAN, nubatik.org – Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, resmi membeli lahan baru seluas 77 meter persegi di sisi barat kantor sekretariatnya yang berlokasi di Jalan Supriyadi Nomor 99, Kecamatan Pekalongan Barat.

Lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan gedung sekretariat yang saat ini masih dalam proses pembangunan. Penambahan area ini dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan lahan parkir kendaraan sekaligus menjadi lokasi pembangunan tangga menuju lantai dua gedung.

Ketua MWCNU Pekalongan Barat, Thoibin, mengatakan keberadaan lahan di samping kantor sekretariat memiliki nilai yang sangat strategis karena akan menunjang berbagai aktivitas organisasi, terutama saat penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan banyak peserta.

“Alhamdulillah, meski bangunan utama belum selesai 100 persen, kami telah mencapai kesepakatan dengan pemilik lahan sehingga kini resmi dibeli oleh MWCNU Pekalongan Barat,” ujarnya saat menerima kunjungan Turun ke Bawah (Turba) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan, Senin (03/08/2026).

Menurut Thoibin, meskipun pembangunan gedung belum rampung sepenuhnya, sekretariat sudah dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan rutin. Di antaranya mujahadah setiap Senin malam, serta kegiatan badan otonom NU seperti IPNU-IPPNU, Fatayat NU, dan GP Ansor.

Ia berharap perluasan lahan tersebut dapat mempercepat penyelesaian pembangunan sekretariat sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada warga Nahdlatul Ulama di wilayah Pekalongan Barat.

“Kehadiran PCNU bersama seluruh jajaran pengurus MWC dan ranting NU se-Pekalongan Barat menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkhidmah sekaligus menyelesaikan pembangunan kantor sebagai simbol organisasi yang mandiri dan bermartabat,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris PCNU Kota Pekalongan, Abdul Adhim, menjelaskan bahwa kegiatan Turba yang dilaksanakan PCNU merupakan bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi, merapikan barisan, serta menyinkronkan program kerja di seluruh tingkatan kepengurusan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh ranting NU di Kota Pekalongan untuk menggiatkan kegiatan Lailatul Ijtima secara rutin, minimal satu kali setiap bulan.

“Kami mendorong seluruh ranting NU agar menggalakkan kegiatan Lailatul Ijtima sebagai media konsolidasi dan penguatan organisasi,” ujarnya.

Adhim yang juga dosen UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menambahkan, forum Lailatul Ijtima menjadi sarana yang efektif untuk menyosialisasikan berbagai kebijakan organisasi, mulai dari penguatan program Koin NU, kemandirian jam’iyah, hingga pendampingan berbagai persoalan umat, termasuk di bidang kesehatan.

“Dengan demikian, warga NU dapat merasakan manfaat nyata dari berbagai program yang dijalankan organisasi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan