Rahatan Agustusan, PCNU Kota Pekalongan Gelar Turnamen Ping Pong Lintas Usia

Spread the love

PEKALONGAN, nubatik.org – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan turut menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 dengan menggelar Turnamen Ping Pong atau tenis meja.

Kegiatan yang dikemas dalam semangat “Rahatan Agustusan” tersebut berlangsung di Gedung Aswaja PCNU Kota Pekalongan, Jumat (15/08/2026) hingga Sabtu (16/08/2026).

Turnamen ini menjadi salah satu bentuk kegiatan yang mempertemukan warga Nahdliyin dari berbagai unsur dan tingkatan dalam suasana santai, akrab, sekaligus penuh semangat kebersamaan.

Sebanyak 32 peserta ambil bagian dalam turnamen yang menggunakan sistem double atau ganda tersebut. Peserta berasal dari berbagai unsur di lingkungan Nahdlatul Ulama, mulai dari jajaran pengurus PCNU, lembaga, badan otonom (Banom), Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), Ranting, hingga warga Nahdliyin di Kota Pekalongan.

Dengan peserta yang berasal dari berbagai unsur dan tingkatan, turnamen tidak hanya menjadi ajang untuk menguji kemampuan bermain tenis meja, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi lintas generasi dan lintas struktur organisasi.

Suasana pertandingan pun dikemas secara santai dan kekeluargaan. Semangat berkompetisi tetap terlihat di setiap pertandingan, namun kebersamaan dan kegembiraan menjadi bagian utama dari kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati kemerdekaan tersebut.

Panitia juga menyediakan hadiah uang tunai bagi para peserta yang berhasil meraih posisi terbaik. Juara I mendapatkan hadiah sebesar Rp500 ribu, Juara II Rp400 ribu, Juara III Rp300 ribu, sedangkan Juara IV memperoleh Rp200 ribu.

Sekretaris PCNU Kota Pekalongan, Abdul Adhim, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk menambah kemeriahan dalam menyambut dan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, kegiatan olahraga bersama seperti turnamen ping pong dapat menjadi sarana sederhana untuk membangun keakraban sekaligus menjaga kebugaran warga Nahdliyin.

“Yang penting rahat dan bahagia bersama. Jiwa dan tubuh sehat. Tidak penting menang atau kalah, yang penting kebersamaan,” kata Abdul Adhim.

Ia menegaskan, semangat yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut bukan semata-mata mengenai siapa yang menjadi juara, melainkan bagaimana warga Nahdliyin dapat berkumpul, berinteraksi, dan menikmati suasana kemerdekaan bersama-sama.

Melalui kegiatan “Rahatan Agustusan” ini, PCNU Kota Pekalongan berharap semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan keguyuban di antara warga Nahdliyin terus terjaga.

Selain menjadi bagian dari rangkaian semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, turnamen tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan di lingkungan PCNU dapat dikemas secara beragam, termasuk melalui kegiatan olahraga yang sehat, ringan, dan menyenangkan.

Semangat tersebut sejalan dengan suasana peringatan kemerdekaan yang tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga dapat dirayakan melalui aktivitas yang mempererat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan